Pengamat Hukum Property : Ada Upaya Oknum Rebut P3SRS secara Sistematis

Pengamat Hukum Property : Ada Upaya Oknum Rebut P3SRS secara Sistematis 1

Penolakan atas dikeluarkan nya Peraturan gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 132 tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelola Rumah Susun Milik terus berlanjut. Pasalnya, melalui peraturan yang  dinilai banyak pihak sebagai peraturan cacat hukum itu, diduga ada upaya sistematis dari sebagaian kelompok masyarakat untuk merebut pengelolaan Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) untuk kepentingan materi.

Pengamat Hukum Property : Ada Upaya Oknum Rebut P3SRS secara Sistematis 2

Hal itu diungkapkan Pengamat Hukum Property, Erwin Kallo, dalam seminar mengenai Implementasi Peraturan Rumah Susun di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

”Secara sistematis terlihat upaya oknum-oknum untuk merebut pengelolaan PPPSRS. Nuansa itu ada dan terlihat terstruktur. Ada oknum-oknum yang berlindung di balik Pergub 132, yang ternyata mereka juga memiliki apartemen dan ingin merebut pengelolaan untuk kepentingan materi,” ujar Erwin.

Menurutnya, Pergub ini diduga dijadikan alat bagi oknum-oknum yang memang punya niat menguasai PPPSRS untuk kepentingan pribadi atau golongan, dan dugaan itu merujuk dari besarnya dana biaya pengelolaan gedung atau iuran pengelolaan lingkungan (IPL) dalam sebulan yang mencapai miliaran rupiah.

Besarnya uang ini pasti sangat menggiurkan pihak-pihak tertentu. Jangan sampai Pergub ini merugikan mayoritas penghuni yang selama ini tidak bermasalah,” tegas Erwin.

Pemprov DKI Jakarta dihimbau untuk melihat kembali kompleksitasnya pengelolaan sebuah kawasan rumah susun, yang dihuni oleh ribuan orang. Jika ada beberapa penghuni yang tidak puas, lalu protes dan tidak bayar IPL, apa lalu harus diakomodasi dengan mengorbankan ribuan pemilik dan penghuni lainnya.

”Pergub ini tidak memberi solusi di tengah pro-kontra terhadap permasalahan rumah susun, tetapi membuat persoalan baru dan rawan konflik antara sesama pemilik atau penghuni dan antara pemilik/penghuni dengan PPPSRS,” pungkasnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta, Ellyzabeth Mailoa mengingatkan pemerintah, terutama Pemprov agar tidak gegabah menerapkan peraturan tersebut. ”Jangan sampai peraturan ini justru memunculkan konflik antara sebagian kelompok dan pengelola yang merugikan mayoritas penghuni yang selama ini sudah harmonis,” katanya.

#GreenPramukaCity

Sumber : Harian Terbit

https://www.harianterbit.com/index.php/read/104993/pengamat-hukum-property-secara%20sistematis-terlihat-upaya-oknum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.